WorldWineryMap.com resmi diluncurkan dengan basis data interaktif berskala besar tentang terroir wine dunia yang memetakan 4.307.699 kebun anggur dan 103.795 kilang anggur di 97 negara, termasuk enam kilang anggur dari Indonesia. Untuk setiap kebun anggur di peta, pengguna dapat melihat data spasial yang sangat presisi, mulai dari ketinggian, radiasi matahari, hingga kemiringan lereng, ditambah indikator utama budi daya anggur seperti komposisi tanah, indeks Huglin, dan suhu rata-rata selama musim tumbuh tanaman anggur.
"Untuk setiap petak, kami mengambil koordinat yang tepat lalu menghitung ketinggian, kemiringan, dan arah hadap lereng menggunakan model medan Copernicus GLO-30, kemudian kami menambahkan data iklim di atasnya," kata Matija Gavrilović, pendiri World Winery Map. "Untuk petak yang lebih luas, kami mengukur hingga 16 titik kontrol, sehingga ketinggian ditampilkan sebagai rentang yang presisi, bukan satu angka. Di lokasi yang datanya tersedia, kami juga menghitung kemiringan, radiasi matahari, curah hujan, angin, jenis tanah, dan geologi."
Platform ini secara khusus ditujukan bagi kalangan profesional industri sekaligus para pelancong wine. Sistem geolokasi terintegrasi memungkinkan pengguna menemukan kilang anggur terdekat seketika dan mendapatkan petunjuk arah menuju lokasinya, di mana pun mereka berada di dunia. Bagi pencinta wine yang lebih suka menjelajah dari rumah, platform ini menawarkan perjalanan virtual yang sangat rinci menyusuri geografi wine dunia.
Peta ini menggambarkan 98.719 batas wilayah wine, mulai dari makroregion yang sangat luas hingga petak bernama secara tersendiri. Di dalamnya terdapat 2.815 wilayah wine resmi, subwilayah, dan apelasi, serta 95.904 lokasi kebun anggur bernama. Pengguna dapat memilih wilayah mana pun untuk membaca fakta dasar, melihat batasnya, memeriksa rata-rata curah hujan dan ketinggian, serta menganalisis data budi daya anggur seperti indeks Winkler. World Winery Map juga telah menjalin kontak dengan lembaga resmi di sejumlah negara agar peta ini seakurat mungkin.
"Membangun sistem sebesar ini menuntut pengolahan lebih dari empat juta poligon spasial dan menumpangsusunkannya secara presisi dengan lapisan topografi dan iklim," tambah sang pendiri. "Hasilnya adalah arsip digital budi daya anggur dunia paling lengkap yang pernah dibuat."

